9 de Julio Avenue merupakan sebuah nama jalan yang terletak di pusat kota Buenos Aires, Argentina. Yang membuatnya istimewa, jalan raya ini memiliki luas yang luar biasa..
Kisah yang menyentuh hati terjadi di China. Orang tua bocah dua tahun asal Mongolia membuat keputusan penting saat sadar anaknya tak bisa tertolong lagi karena sakit.
Smart Bed, tempat tidur elektronik yang dapat rapi secara otomatis produksi OHEA sebuah produsen furnitur dari Spanyol. Smart Bed dilengkapi dengan dua lengan mekanik di masing-masing pinggirannya dan roller untuk menarik selimut ke bawah bantal.
Ketika selimut ditarik dan masuk ke bawah bantal, sebuah penyangga yang ada di bawah bantal akan terangkat secara otomatis dan selimut akan tertata rapi dengan sendirinya.
Fitur yang canggih pada Smart Bed ini bisa diaktifkan hanya dengan menekan tombol yang terdapat pada kaki ranjang. Tombol Smart Bed ini mempunyai dua menu, Automatic dan Manual. Pada mode Automatic ini proses merapikan area tempat tidur akan aktif sendiri dalam waktu 3 detik setelah peggunanya bangun dari tempat tidur.
Walaupun serb otomatis, Smart Bed memiliki kekurangan tersendiri yaitu tidak bisa merubah atau memindahkan posisi bantal.
9 de Julio Avenue merupakan sebuah nama jalan yang terletak di pusat kota Buenos Aires, Argentina. Yang membuatnya istimewa, jalan raya ini memiliki luas yang luar biasa.
Ada 9 jalur lebar, dengan median taman antara arus lalu lintas yang berlawanan, ini adalah jalan terluas di dunia. Hanya mereka dengan kecepatan yang lebih dan kaki panjang akan beruntung sampai ke sisi lain sebelum lampu lalu lintas di persimpangan berubah merah.
Seorang pejalan kaki yang ingin menyeberang jalan ini biasanya memerlukan waktu beberapa menit dan rotasi lalu lintas 2 hingga 3 kali pergantian lampu merah. Jalan 9 de Julio Avenue hanya terbentang sepanjang 1 km, tapi lebarnya mencapai hingga 110 meter!.
Lebar jalan yang tidak biasa itu karena mencakup blok seluruh kota, jarak antara dua jalan dalam pola kotak-kotak yang digunakan di Buenos Aires. Jalan ini terletak di sebelah barat pantai Río de la Plata, dari distrik Retiro di utara ke stasiun Constitucion di selatan. Jalan raya di tempat ini memiliki hingga tujuh jalur di setiap arah dan di kedua sisinya diapit oleh jalan-jalan paralel dari dua jalur masing-masing.
Kura-kura raksasa Kepulauan Galapagos, Lonesome George ditemukan mati di Taman Nasional Galapagos oleh perawatnya pada Minggu (24/6/2012) waktu setempat.
Kabar resmi dari Taman Nasional Ga-lapagos menyebut Lonesome George adalah jenis terakhir subspesies kura-kura Pulau Pinta (Chelonoidis nigra abingdoni).
Kelangkaan dan keunikan George membuat dia menjadi ‘duta besar’ kepulauan yang berada di lepas pantai Ekuador, Amerika Selatan itu.
Kepulauan Galapagos dikenal sebagai rumah berbagai spesies hewan dan tanaman unik yang menolong Charles Darwin mengembangkan idenya terkait teori evolusi makhluk hidup.
Tidak satu orang pun yang mengetahui usia Lonesome George, namun para ilmuwan memperkirakan George berusia lebih dari 100 tahun. Usia George itu tidaklah terlalu tua untuk kura-kura sejenisnya yang diketahui bisa hidup melampaui usia satu abad.
Kematian George menjadi kehilangan besar bagi para ilmuwan yang berharap dia masih bisa bertahan setidaknya untuk beberapa dekade ke depan.
Upaya pelestarian
Sebenarnya upaya untuk melestarikan spesies Lonesome George terus dilakukan sejak para ilmuwan menemukan George pada 1972 lalu, namun semua upaya itu menemui kegagalan.
Upaya awal adalah ‘menjodohkan’ George dengan dua ekor kura-kura betina dari Gunung Berapi Wolf. Sayangnya telur yang dihasilkan ternyata tidak subur. Kemudian dua ekor kura-kura dari Kepulauan Espanola yang memiliki garis kekerabatan terdekat dengan George didatangkan tahun lalu.
Sayangnya sebelum upaya ‘penjodohan’ ini berhasil, George sudah terlebih dulu menghembuskan nafas terakhirnya.
Pihak Taman Nasional Galapagos menya-takan segera melakukan penyelidikan atas kematian Lonesome George yang sudah menjadi maskot Galapagos. Sejak kedatangan manusia ke kepulauan itu, jumlah kura-kura raksasa menurun secara signifikan. Namun usaha penyelamatan yang dilakukan Taman Nasional dan Yayasan Charles Darwin cukup berhasil menam-bah kembali populasi kura-kura ini.
Secara umum seluruh populasi kura-kura raksasa Galapagos meningkat dari hanya 3.000 ekor pada 1974 menjadi 20.000 ekor saat ini.
Tidak mau kalah dengan Paul si gurita yang meramalkan Spanyol juara Piala Dunia 2010, kini giliran gajah ikut ambil bagian memprediksi hasil pertandingan Euro 2012. Situs resmi FIFA memuat gambar gajah bernama Nelly itu pada Senin 25 Juni setelah empat ramalannya jitu, termasuk kemenangan Jerman 1-0 atas Portugal pada 10 Juni.
Nelly juga meramalkan sisa pertandingan akan dimenangkan Jerman. Gajah tersebut mencetak satu gol ke gawang Jerman dan dua gol ke gawang lawannya. Berarti Jerman menang 2-1 terhadap lawannya. Tidak disebutkan nama tim lawan dalam berita di situs FIFA itu, namun Jerman akan menghadapi Italia pada 29 Juni dinihari.
Menurut polling, banyak responden memilih Jerman dan Spanyol akan bertemu di final. Tampak pada gambar, ga-wang Jerman kebobolan, dijaga mantan kiper timnas Jerman, Sepp Maier.
Kejadian mengenaskan sekaligus menggelikan terjadi di Teluk Pointe Inn di Danau Gun Lake di Shelbyville, Michigan. Pasangan pengantin Eric dan Maergan Walber dan beberapa tamu tercebur ke danau saat foto bersama setelah dermaga di danau itu runtuh.
Mereka pun berlomba menyelamatkan diri. Lucunya si pengantin pria berenang menyelamatkan diri dan membiarkan istrinya ditolong pengiring pengantin. Mengetahui hal itu, si istri tidak marah namun malah tertawa geli. Apalagi mengetahui gaun pengantinnya basah kuyup.