Tuesday, April 24, 2012

Sejarah Lengkap 'Pachinko' Geng Motor Legendaris Pimpinan Johny Indo

Sejarah Lengkap Pachinko Geng Motor Legendaris Pimpinan Johny Indo

Pasukan China Kota atau dikenal dengan sebutan Pachinko merupakan geng motor yang melegenda. Geng motor yang dipimpin Johny Indo ini sangat disegani pada era 1970-an.

Johny Indo adalah legenda. Begitu pula Pachinko yang dipimpinnya. Anggota geng motor Y-Gen yang mencuat dalam kasus pembunuhan Kelasi Satu Arifin Siri boleh saja mengklaim dirinya sebagai raja geng motor era 2000-an. Namun sejarah yang mereka toreh belumlah selegenda Pachinko.

Sesuai namanya, geng motor yang pernah sangat disegani pada dekade 70-an ini, mayoritas anggotanya (70 persen) merupakan etnis keturunan Tionghoa yang tinggal di sekitar kawasan Kota Lama seperti Mangga Besar, Ampera, Pademangan, hingga Tanjung Selor (Roxy).Anggota Pachinko ini tak hanya jago ngebut , tetapi juga andal berakrobat di atas motor.

Geng ini terkenal dengan aksinya merampok toko emas dan rumah-rumah pejabat. Selama puluhan kali melakukan aksi perampokan, geng ini belum satu kalipun menyebabkan korban tewas.

Johny Indo menuturkan, perampokan yang dilakukan geng Pachinko memang bukan perampokan biasa. Perampokan ini punya tujuan mulia yang terinspirasi perampok budiman seperti Robin Hood dan Si Pitung.

"Tujuannya ingin jadi Si Pitung tapi salah kaprah," kata Johny Indo.

Berikut penuturan pemimpin kelompok Pachinko, Johny Indo, kepada Monique Shintami di Sukabumi, Selasa, 17 April 2012.

markas geng motor jakarta Pachinko johny indo


Bagaimana awal terbentuknya Pachinko?
Ini bermula dari hobi naik motor, tapi sifatnya masih pribadi. Saya punya 12 anak buah, jadi 13 orang sama saya. Motornya masih acak-acakan, ada yang Honda, ada Yamaha.

Kelebihannya, anak buah saya 70 persen keturunan China, makanya disebut Pachinko (Pasukan China Kota). Kalau dilihat, fisiknya kelihatan kecil-kecil, tapi punya keahlian dalam kecepatan lari (motor) 80 kilometer per jam, mereka bisa ganti motor. Misalkan gini, yang lagi nyetir pindah ke belakang, yang belakang pindah ke depan. Semacam akrobatiklah.

Bagaimana kegiatan hobi motor bisa berubah jadi merampok?
Saya melihat pemerintah belum mampu menyejah -terakan rakyat dengan benar. Yang kaya tambah kaya, yang miskin tambah miskin. Melihat antara si kaya dan si miskin ada jurang yang sangat mencolok sesama bangsa Indonesia. Kita nggak bicara etnis, kita bicara si kaya dan si miskin terlalu mencolok.

Nah, dengan situasi seperti ini, saya membuat gerak -an dalam kelompok, bukan geng ya, tapi anak-anak kampung yang idenya timbul dari saya. Ayo kita rampok orang kaya untuk kita bagikan ke orang miskin. 

Tujuannya apa? Menegur pemerintah. Ini ada se -macam protes dari masyarakat. Dengan beberapa persyaratan, antara lain jangan berbuat hal-hal yang menyakiti rakyat kecil. Terutama kita nggak boleh menyakiti perempuan, kita nggak ganggu. Itu sudah prinsip saya. Kedua, kita ambil harta orang kaya, jangan disakiti, ditakut-takuti saja dengan senjata api karena kita dulu banyak senjata dari black market. 

Peredaran senjata api sudah marak pada waktu itu?
Marak sekali. Zaman dulu malah lebih mudah. Karena bapak saya tentara dari Garut,saya anak kolong lah. Jadi kita sedikit memahami bagaimana menggunakan senjata tanpa membahayakan diri sendiri dan orang lain. Nah  itu kita gunakan untuk shock therapy. Supaya korban yang mau kita ambil hartanya, takut.

Kita punya aturan, tidak boleh melukai perempuan, itu satu. Yang kedua, tidak merampok seluruhnya. Di depan mata misalnya ada uang Rp 100 juta, yang kita ambil Rp 60 juta. Sisanya yang Rp 40 juta sebenarnya tinggal kita bawa tanpa halangan, tapi tidak kita bawa. Karena saya kasihan, biar dia bisa usaha lagi.

Misalnya toko emas, yang dipajang ada 4 kg, yang kita ambil hanya 3 kg, yang 1 kg kita pulangi, jangan sampai habis benar. Tujuannya saya ingin menyejahterakan rakyat, dengan mengambil pajak secara tidak sah.

Lalu saya dari tahun 70-an, tahun 1977, merampok bagikan ke fakir miskin. Di daerahJakarta semua, selatan, utara, timur, sikat semua.

Siapa sasaran pe-rampokan?
Ada toko emas, ada rumah-rumah pejabat. Tapi kami tebang pilih, nggak asal, semuaada motivasinya yaitu menyejahterakan rakyat, tapi dengan cara protes.

Ketika kami tertangkap, itu nggak tanggung-tanggung, tanpa pembunuhan itu (diganjar hukuman) 14 tahun. Jadi tujuannya ingin jadi Si Pitung tapi salah kaprah.

Bagaimana dengan Pachinko sekarang?
Sudah tidak ada, tinggal legenda saja. Bubarnya ke -tika kami ditangkap, tahun 1979. Anak-anak itu bukan satu geng yang terkoordinasi secara organisasi. Me-reka itu hanya panggilan hati, loyalitas. Kita terpaksa mengundurkan diri, karena ditangkapi, disangka berbuat kriminal tadi.

markas geng motor jakarta Pachinko johny indo
Markas Pachinko yang kini telah berubah jadi Mangga Dua Square

Sampai terakhir masih berjumlah 13 orang?
Iya. Ditangkap, lalu dipenjarakan terpisah, di Surabaya, di Bandung, dipisah-pisah, tanpa adanya komunikasi. Hukuman antara 4 sampai 14 tahun. Ketika pulang, tidak ada koordinasi, cuma saya dengar kabar, setelah pulang, mereka tidak ada yang berbuat jahat. Semua baik-baik. Kembali ke jalan yang baik, menjadi warga negara yang baik.

Pendidikan mereka tidak terlalu tinggi, ada yang cuma sampai SMP, ada yang kerja di pabrik, office boy, ada yang sopir taksi. Memang mereka kriminal, tapi mereka berawal dari adanya jurang yang besar antara si kaya dan si miskin.

Pernahkah clash dengan TNI dan polisi?
Pernah, sangat pernah, dan kita selalu menang. Ka -rena kita sifatnya menakut-nakuti. Waktu saya masih muda dan tegap, rambut saya pendek, waktu itu saya belum dikenal sebagai Johny Indo. Jadi mereka kira mereka clash dengan ABRI lagi.

Contoh waktu kami merampok di Tanah Abang, tiba-tiba datang tentara naik vespa di sebelah kita.

"Ada apa Pak?" katanya. Saya bilang, "Bapak jangan ikut campur, ini urusan internalsaya. Bapak silakan jalan." Dia nggak mau jalan, saya buang tembakan.

"Siap Pak," dia langsung jalan. Mental itu di situ. Kalau mental kita kuat, kita berani, maka orang akan mundur karena lihat kita berkarisma. Makanya ketika saya ditangkap, polisi agak marah, karena mereka bilang ini yang suka bohong ngaku-ngaku polisi. 

Selama pelarian di Nusakambangan makan apa?
Saya 12 hari tidak makan. Kalau teman-teman, tidak tahu, banyak yang mati. Nusakambangan itu panjang -nya 70 km lebih, daerahnya berjurang-jurang dan banyak gua bersambungan yang dihuni oleh harimau kumbang, ular-ular, dan sebagainya.

Bagaimana akhirnya tertangkap dan menyerahkan diri?
Yang penyergapan pertama, sembilan orang mati. Saya di tengah, nomor lima. Di depan saya empat mati, di belakang saya lima mati, sisanya di belakang lagi lari ke hutan lain.

Penyergapan pertama mati sembilan, satu kaki diamputasi. Larinya sebenarnya mau 100 orang lebih, tapi yang lain plinplan, jadi cuma 34. Sampai akhirnya setelah 12 hari, kita tertangkap. Dari 34 orang, yang 11 meninggal, 5 luka parah. Kami bukanmenyerahkan diri, tapi saya mikir, saya yakin anak dan istri pasti gelisah, kasihan mereka.


0 comments:

Post a Comment

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More