Saturday, March 10, 2012

Kisah Mencekam & Lika Liku Penangkapan Reni 'Kill Bill'

Irene Sophia Tupessy alias Reni yang namanya disebut sebagai Reni ‘Kill Bill’ diduga sebagai salah satu otak serangan di rumah duka RSPAD. Melalui pengacaranya, Charles Carlo Lesiasel, S.H, Reni membantahnya.

“Dia bukan aktornya,”
tegas Charles kepada majalah detik pada Rabu, 7 Maret 2012.

Namun pada Jumat, 9 Maret 2012, malam, Charles menyatakan mundur sebagai pengacara Reni. Hingga kini, Reni belum menunjuk siapa pengganti Charles.

Matikan HP! Bunyi, telinga hilang.” Tulisan seram itu tertempel di tembok sebuah kafe narkoba di Kampung Ambon. Inilah kawasan yang menjadi surga narkoba di Jakarta. Di kawasan ini pula, para tersangka penyerangan Rumah Duka RSPAD, Edo Tupessy dan Irene Sophia Tupessy alias Reni ‘Kill Bill’, tinggal.

Suasana mencekam langsung terasa, saat memasuki Kampung Ambon. Wajah-wajah terlihat tidak ramah dengan mata penuh menyelidik seperti terus mengawasi ke mana kaki melangkah.

KAMPUNG AMBON RENI KILL BILL


Kampung Ambon awalnya bernama Komplek Permata. Kawasan ini terdiri dari delapan Rukun Tetangga di Kedaung Kali Angke, Cengkareng, Jakarta Barat. Kawasan ini dikenal sebagai Kampung Ambon, setelah warga Ambon yang semula tinggal di Kwini, Senen dipindahkan ke sana.

10 tahun belakangan, kawasan yang kini ditinggali sekitar 2.000 keluarga ini, dikenal sebagai ‘surga’ peredaran narkoba. Di tempat itu, narkoba dijual besar-besaran dan terang-terangan. Para pengguna narkoba tinggal datang, memilih barang, dan menggunakannya.

Meski sudah berulang kali digerebek, bisnis narkoba di Kampung Ambon tetap tumbuh subur. ‘Bisnis’ di kampung Ambon justru berkembang menjadi bagian jaringan internasional. Sebagian besar peredaran narkoba di Jakarta berasal dari Kampung Ambon yang konon mendapat pasokan dari Malaysia. Omzet diperkirakan mencapai triliunan rupiah per hari.

“Untuk memberantas sangat susah, harus sudah sejak dulu,” ujar Asmaran yang pernah menjadi kepala lingkungan Kedaung.

Seorang warga yang minta namanya dirahasiakan menuturkan Kampung Ambon sudah menjadi sindikat yang melibatkan aparat kepolisian, dan tentara. Direktur Penindakan dan Pengejaran BNN Brigjen Pol. Benny J. Mamoto tidak menampik adanya oknum yang terlibat.

“Kita tidak menutup mata soal itu,” kata Benny. Kampung Ambon, sebenarnya sudah masuk dalam pantauan BNN.

Tukang ojek yang mangkal di ujung jalan misalnya, tidak akan menyambut ramah orang asing yang datang. Mereka cermat mengamati siapapun yang masuk. Maklum para tukang ojek ini tidak hanya mencari uang dari mengantar orang dengan motornya. Kerja mereka sesungguhnya adalah menjadi pengantar para pelanggan ke kafe narkoba, sekaligus informan jika ada penyusup. Untuk pekerjaan ini, upah tukang ojek itu tidak kecil, mereka dibayar hingga Rp 200 ribu per hari.

Memasuki kawasan ini, berulang kali crew majalah detik diingatkan, bakal tidak mudah menggali informasi mengenai Reni dan keluarganya.

“Siapa yang mau menjamin keselamatan saya atau keluarga saya? Saya tidak mau jawab soal itu, jangan tanya soal itu lagi. Saya tidak mau mati,” ujar seorang warga yang menolak disebut namanya dengan penuh ketakutan.

RENI KILL BILL AND THE GANK


Keluarga Tupessy memang merupakan salah satu ‘penguasa’ di kawasan ini. Sementara anggota keluarga besar lainnya menyebar di sekitar kawasan tersebut.

Sebenarnya masih banyak keluarga besar lainnya di Kampung Ambon yang juga menjadi bandar narkoba ataupun bandar judi selain keluarga Tupessy. Jumlahnya mencapai belasan. Namun keluarga Tupessy sangat disegani, karena anggotanya paling banyak.

Lika Liku Perburuan Reni 'Kill Bill'

Setelah buron 10 hari, Reni akhirnya ditangkap di rumah Hercules di Indramayu, Jabar, Minggu 4 Maret 2012. Pengacara Reni, Charles Carlo Lesiasel, membantah Reni otak serangan di RSPAD.

“Kita pakai jurus musang merunduk di rerumputan, jadi anggota sembunyi di bengkel itu. Saat ada pria dengan bercak darah di celananya langsung kita tangkap,” kata Kasat Reskrim Polres Jakpus AKBP Hengky.

23 Februari 2012
Pukul 01.30 WIB, Reni bersama 50-an orang menyerang kelompok Jemmy Tato yang sedang melayat di Rumah Duka RSPAD. 2 orang tewas, 4 luka.

23 Februari 2012
Beberapa jam kemudian Polisi menangkap Edo Tupessy alias Edo Kiting. Lalu, polisi menangkap 4 orang lagi, 2 di antaranya, Tomy alias Ongen dan Gheteres Tomatala, jadi tersangka. Malam harinya, polisi menangkap 1 orang lagi.

25 Februari 2012
Polisi menetapkan 7 tersangka penyerangan RSPAD.

4 Maret 2012
Polisi menggerebek rumah Hercules di Indramayu, sekitar pukul 07.00 WIB. Reni dan Heryanto, suaminya, ditangkap saat masih tidur di rumah itu.

3 Maret 2012
Polisi menggeledah sebuah rumah di Tanjung Duren, Jakarta Barat. Polisi hanya menemukan 2 anak Reni, Pat dan Jul. Kedua anak itu dan Boby, adik angkat Hercules, dibawa ke kantor polisi.

2 Maret 2012
Polisi menangkap John Robert alias Oncu dan istrinya di Kondomium Hotel Golden Sky Pluit Jakarta Barat.

RENI KILL BILL


Penampilan Reni ‘Kill Bill’ sehari setelah ditangkap jauh dari sosoK jagoan. ia menggigil Ketakutan. Bahkan terus menerus menangis.


Potongan adegan dari film Kill Bill, dari adegan film inilah Reni mendapat julukan Kill Bill



*Dirangkum dari Majalah Detik for iPad edisi 18 Maret 2012


0 comments:

Post a Comment

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More